Jumat, 31 Agustus 2012

Guru itu sesuatu




Saya tidak tahu kenapa saya bercita-cita ingin menjadi guru. Sejak saya menghempaskan pantat di kelas 3 SD, saya sudah mengikrarkan ingin menjadi guru kalau sudah besar nanti. Walau pun saat SMA terombang ambing antara ingin menjadi desainer dan seorang guru. Well, akhirnya saya memilih untuk kuliah di FKIP.

Tuhan itu memang maha baik. Apa yang saya minta pasti Tuhan beri. Saya minta menjadi guru, dan taram saya pun menjadi guru sekarang. Menjadi guru itu memang sesuatu. Sangat sesuatu sekali, apalagi saya mengajar siswa tingkat SMA hmmm... sangat luar biasa.

Dulu saya pikir menjadi guru sangatlah mudah. Yang penting menguasai materi yang diajarkan, bereslah sudah. Ditambah dengan berprilakuan baik, selesai masah. Ternyata oh ternyata tidak sesimpel itu. Masalah yang dihadapi anak muda zaman sekarang memang sangat kompleks. Dan sebagai guru, dituntut untuk bisa menyelesaikan maslah yang kompleks itu tadi. Apalagi anak muda sekarang, sering dilanda virus galau yang semakin merajalela. Galau sedikit saja, sudah bolos sekolah. Dan yang jadi sasaran wali kelasnya, selalu mendapat laporan dari guru lainnya. Hmmmm.... (-_-")

-yna-

gambar: http://www.igi.or.id/3-view.php?subaction=showfull&id=1340157112&archive=&start_from=&ucat=1&

Jumat, 20 Juli 2012

Tarawih VS Senam


Marhaban ya Ramadhan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap ramadhan tarawih menjadi pelengkap yang tak terpisahkan. Well, tadi malam saya pun tak meninggalkan shalat tarawih di mushala dekat rumah. Ini kali pertama saya shalat tarawih si mushala ini, setelah bertahun-tahun lamanya menghabiskan waktu di kota Malang. Dan yang pasti karena rumah saya dulu tidak di sini.

Oke saya pun bertarawih. Tak ada nikmat di hati selain ngos-ngosan. Saya sulit membedakan antara tarawih dengan senam. Kata teman saya, tarawih patas itu namanya. Astaga apa nikmatnya tarawih seperti itu? tidak menyentuh. Surat yang dibaca imam pun jadi nggak jelas sangking cepetnya.

Saat kita menghadap orang yang penting, kepala desa misalnya. Pasti dong kita bersikap sopan santun dan mengutarakan apa yang kita inginkan dengan susunan kalimat yang baik. Tidak grusa grusu agar kemauan kita terpenuhi. Well, bicara dengan pemimpin desa saja harus seperti itu. La ini menghadap yang maha kuasa dan yang maha segala-galanya malah terbirit-birit.

Saya tidak bermaksud menggurui di sini. Saya bukan siapa-siapa dan pengetahuan agama saya pun tidak seberapa. Bagi orang awam seperti saya, shalat dengan pelan dan tenang justru akan menghasilkan nikmat di hati. Sekali lagi itu menurut saya.

Saya masih ingat waktu shalat di masjid kampus Ar-Fahrudin. Entah kenapa saat mendengarkan surat yang dibacakan imam, hati saya menjadi tersentuh. Bacaan iman yang jelas tajwidnya, benar-benar membuat hati saya treyuh. Shalat yang hampir satu jam pun menjadi tak ada apa-apanya, bahkan saya merasa kurang.

Yeah... baiklah, Semoga tarawih nanti malam tidak terlalu terbirit-birit seperti semalam :)

-yna-
gambar: http://nyunyu.com/2012/07/yang-biasa-dilakukan-pas-bolos-tarawih/

Kamis, 07 Juni 2012

Cuek Bikin Hati Meleleh


Kata orang cinta pertama itu bakal sulit untuk di lupakan. Tapi saya kok enggak yah? Bahkan sekarang saya sudah mati rasa dengan cinta pertama saya hekekeke.....

Iya seriusan. Saya itu pernah menggilai seseorang bertahun-tahun. Bahkan saya merasa bertepuk sebelah tangan. Saya suka setengah mati sama tuh cowok waktu SMP-SMA. Saya rasa itu cinta pertama saya, karena sebelumnya, saya nggak pernah memiliki rasa kek gitu sama cowok. Berlangsung lama pula! Tapi oh tapi saat dia menyatakan perasaannya. Semuanya menguap entah kemana. Yeah... Tuhan itu memang selalu keren kalau membuat skenario. Alurnya nggak mudah ketebak.

Pengen ngakak deh kalau ingat zaman SMP. Sumpah tolol banget! Dulu itu saya sekelas sama cowok yang saya suka, sebut saja mr. X. Nah, biasanya guru nyuruh kita nuker LKS sekelas, buat dikoreksi bersama. Dan saya bakal ngelonjak kegirangan kalau LKS yang saya pegang adalah LKS mr. X. Saya akan ngukir tulisan saya di LKS mr. X. Yeah biar berkesan gitu maksudnya. Bodoh! Padahal yang di tulis tuh cuma B dan S! Apanya yang mau diukir??? Hakakakaka!!!

Bukan hanya itu, saya akan kegirangan setengah mati kalau berpaparasan sama mr. X. Padahal mr. X cuek bahkan terkesan nggak peduli dengan keberadaan saya. Hadehh... talol banget saya itu >_<

Dan... dan... dan.... selanjutnya saya mati rasa. Iya, setelah sekian tahun saya tidak bertemu mr. X kemudian bertemu lagi. Ternyata kok biasa saja ya?  Sampai dia nyatain persaannya kalau dia ternyata juga suka sama saya waktu SMP, tapi nggak berani nyatain. 'lempeng!' itulah ekspresi saya. Dan sekarang, perasaan itu hilang menguap tanpa sisa.

Saya itu gak suka dengan orang terlalu mengejar dan terlalu perhatian. Yang ada perut saya akan mual. Ada tuh cowok, sebut saja mr. Y. Dia bilang, dia cinta sama saya karena itu dia memberi perhatian pada saya. Mengirimi buku, memberi kejutan yang berbau materi. Saya jadi eneg. Bukan karena saya tidak menghargai. Tapi saya tidak suka diperlakukan seperti itu. Sorry hati saya tidak bisa dibeli dengan materi. hahahaha..... Dan saya masih ingat posting di blog mbak Swistien. Cewek itu lebih sexi jika tidak meminta-minta dan saya sepekat!

Lalu kenapa saya sangat menggilai mas Anto, cowok saya sekarang? Karena dia itu enggak ribet dan cuek. Beda noh sama cowok-cowok yang pernah dekat atau mencoba mendekati saya. Yang ribet setengah mati dan sok-sok perhatian sama saya buat cari muka. Hdoohhhh saya bakal lari terbirit-birit kalau ketemu cowok model gitu.

Mas Anto itu beda. Dia nggak pernah mbahas cerita yang sudah lewat. Kalau saya punya kesalahan misalnya, dia gak pernah nyalahin saya, dan mbahas soal itu lagi. Selesai ya selesai. Mas Anto itu cuek, dia bukan tipe orang yang mengobral kata. Dia cenderung diam dan lebih memberikan perhatian pada tindakannya. Hahahaha... saya suka. Karena itulah hubungan saya bisa berjalan hingga sekarang, dengan sikap mas Anto yang kek gitu membuat hubungan yang saya jalani enggak basi.  :p

-yna-


Gaul Itu Perlu!


Saya itu emang enggak gaul. Hadeh!!!! Saya juga nggak pandai cari teman. Noh bisa dilihat berapa gelintir teman saya? Itu menunjukkan betapa tidak gaulnya diri saya. Kalau ketemu teman, saya selalu memaksa diri saya untuk berakrab-akrab ria. Sok deket. Padahal saya tertekan dengan kondisi seperti itu >_<

Kalau mau memutar ulang zaman-zaman sekolah. SMP misalnya, sumpah mati saya itu enggak punya temen.(Baca teman akrab) Saya lebih suka mojok sendirian dari pada ngumpul ngakak-ngakak dengan segerombolan teman. Yeah saya itu enggak populer. Kalau pun saya banyak omong saat itu. Itu karena saya memaksa diri saya. Yang sebenarnya saya tidak nyaman. Yang sebenarnya saya lebih nyaman diam mojok sendirian. Yeah... waktu itu saya punya masalah dengan kepercayadirian.

Apakah saya suka dengan kondisi seperti itu? Tidak sama sekali. Saya ingin punya banyak teman dan dekat dengan semua teman. Dan kondisi saya semakin parah saat saya ada di SMA. Menjadi murid baru itu, ternyata tidak semenyenangkan seperti yang saya pikirkan. Dalam pikiran saya, menjadi murid baru sama dengan punya banyak teman. Tapi ternyata, hal itu tidak berlaku buat saya yang tidak pandai bergaul. Saya menjadi lebih diam dan sangat diam. Alhasil saya pun tidak punya teman.

Waktu kuliah, saya bersuha merubah sikap saya. Saya mengikuti banyak organisasi. Apalagi alasanya, kalau bukan untuk belajar bersosialisasi. Berusaha akrab dengan teman-teman sekelas dan teman kosan. Hasilnya, saya jadi sedikit PD dari pada zaman sekolah. Dan itu prestasi buat saya hahaha.... :D

Tadi malam itu, saya datang ke pernikahan teman SMP. Ada beberapa teman yang saya temenui. Dan ternyata saya tidak sekikuk dulu. Saya bisa ngobrol banyak hal, tanpa harus memaksa diri. Apakah itu artinya saya sembuh dari krisi percaya diri saya? Entahlah. Yang jelas gaul itu perlu, karena punya banyak teman itu menyenangkan. :D

-yna-
pic: http://lifestyle.okezone.com/read/2012/04/

Minggu, 27 Mei 2012

Dunia Ini Kadang Tak Sama


Saya suka sekali ngobrak ngabrik blognya mbak Swistien. Meski saya enggak pernah menyisakan jejak. Halah! Tapi yang jelas blog saya ada, karena efek sering mbaca blognya mbak Swistien. Klik aja kalau pingin mampir http://thisisswistien.wordpress.com/

Beberapa menit yang lalu, saya membaca postingan terbaru mbak Swistien "dunia ini berwarna, teman!" Saya jadi keingat kosan saya di Malang. Otak saya pun mulai berselancar ke masa-masa pertengahan tahun 2010. Saya pikir lesbian itu tidak benar benar ada. Seriusan! Saya pikir lesbian itu hanya ada di zamannya nabi Lut. Tapi oh tapi tidak seperti itu teman.

Mas Anto yang merekomendasikan kosan itu untuk saya. Yeah.. karena kosan itu dekat dengan kontrakan mas Anto, jadi antar jemputnya biar gampang. Lagi pula kosan itu lumayan bagus dan bersih. Jadi baiklah saya terima dan saya pun kos di sana untuk beberapa bulan.

Dan dan dan ketika kos di situ, dunia saya jungkir balik. Banyak pertanyaan pertanyaan yang tersendat di tenggorokan dan tak berani saya lontarkan. Saya itu tipe pendiam dan sangat pendiam jika pertama kali bertemu dengan orang baru. (Ngomong seperlunya).

Saya sempet kaget melihat  cewek dengan potongan cowok. Tidak hanya itu, semua muanya dari ujung kaki sampai ujung rambut cowok. Sandal, celana, baju sampek daleman (saya lihat pas dia njemur pakaian) semuanya cowok. Dan saya semakin syok saat mergoki mereka saling ciuman bibir. Gak tahu kenapa tiba-tiba saya mual. Yeahhh... ini pemandangan baru yang tertangkap oleh mata saya. Apakah setelah itu saya menghujat mereka? Tidak. Saya diam saja dan saya tetap menegur mereka jika berpaprasan.

Saya pikir, kehidupan mereka ya kehidupan mereka. Kehidupan saya ya kehidupan saya. Tapi lama-lama saya risih juga di sana. Akhirnya saya minggat dari kosan itu. Hahaha.... saya memang kurang kuat mental jika harus berada di tempat seperti itu. Lebih baik saya cari tempat lain yang bisa membuat saya nyaman.

Dunia ini memang penuh warna, sangat berwarna. Apa yang ada di sekeliling kita, memang belum tentu sama dengan kita.


_yna_
http://www.zimbio.com/member/bocahiseng/articles/6331955/Merubah+Masa+Lalu+tuk+Masa+Depan




Jumat, 04 Mei 2012

Dulu dan Sekarang



Saya sudah di Banyuwangi sekarang. Mungkin sudah satu bulan ini saya menginjakkan kaki di tanah Blambangan. Kota yang terkenal dengan penari gandrungnya. Eh, rumah saya tidak di kota tidak juga di desa. Lalu? Rumah saya itu di dusun. Iya dusun itu lebih kecil dari desa. Jadi begini urutannya, dusun-desa-kecamatan-kabupaten-provinsi. Seperti itu lah.

Baik itu tak masalah bagi saya. Menempati tempat baru, perlu sedikit improvisasi. Tentu saja. Saya bukan tipe orang yang dengan begitu saja bisa kerasan di suatu tempat. Apalagi tempat baru. Perlu ekstra kerja keras untuk menstabilkan hati ini.

Dulu ketika di Malang, saya berpindah kosan hingga delapan kali. Beberapa teman memang sempat terheran heran dengan tingkah saya yang sering gonta ganti kosan. Jika hanya menjinjing satu dua tas untuk berpindah kosan tentu tak mengherankan. Saya berpindah delapan kali dengan barang-barang saya yang sangat membludak. Alasannya sederhana. Saya tak kerasan di kosan itu, maka saya pindah. Saya tak suka memaksa hati saya untuk berkrasan krasan ria di satu tempat. 

Ketika saya sekarang sudah di Banyuwangi. Tentu saja akan berbeda ketika di Malang. Saya cukup memahami hal itu. Apalagi di Banyuwangi ini bukan Banyuwangi kota. Sudah saya bilangkan tadi, saya itu di dusun. Jangan mengharapkan fasilitas di sini. Kalau mau sesuatu mari kita ke kecamatan. Kalau tidak ada juga terpaksa menyeret kaki ke kabupaten. Dan untuk itu saya harus menempuh jarak berkilo-kilo untuk pergi ke Banyuwangi kota sana. Hmmm.....

Kemarin saya kehabisan tinta printer. Astaga susah sekali mencari merk tinta data print di sini. Saya harus ke Banyuwangi kota baru saya dapat. Untuk mengecek uang lewat ATM pun, saya juga harus ke Banyuwangi kota karena ATM di Rogojampi sedang mengalami kerusakan. Dan saya hanya bisa menghela nafas dan menyabar-nyabarkan hati saya.

Bebicara soal sabar, memang bukan perkara mudah. Mungkin akan mudah meluncur dari mulut tapi susah untuk realisasinya. Yeah mungkin itu kenapa, Tuhan selalu bersama dengan orang-orang yang sabar. Sabar itu tidak mudah. Karena itulah Tuhan memberi penghargaan berupa pahala bagi mereka yang sabar. 

Jadi mari kita bersabar, agar Tuhan selalu bersama kita ^_^


-yna-


Senin, 02 April 2012

Banyuwangi Tunggu Saya



Sudah lama saya ingin jalan-jalan. Mengunjungi berbagai tempat dan mengabadikannya. Yeah saya suka sekali foto. Hohoho... Tapi oh tapi keinginan saya hanya sebatas keinginan. Sebab sampai detik ini tak satu pun tempat yang ingin saya kunjungi saya datangi.

Empat tahun setengah di Malang Raya, hanya segelintir tempat yang saya datangi. Jatim Park saja belum saya kunjungi hadeh... Saya juga pernah berjanji untuk ke Mojokerto menemui sahabat saya Karina, terus ke Jombang ke rumahnya Fitri, ke Madura rumahnya Hida, ke Pacitan rumahnya Arinda, ke Pobrolinggo rumahnya Rina, ke Surabaya rumahnya mbak Gita. Hahahah... banyak sekali tempat yang ingin saya kunjungi. Kenyataannya sampai detik ini saya hanya diam di kos. Nggak jalan-jalan. Cuma di kos dan mengurusi administrasi kampus sesekali. Jadi rute perjalanan saya hanya kos kampus kos kampus.

Sementara itu jatah waktu keberadaan saya di Malang sudah menipis. Tinggal beberapa hari saja, saya harus meninggalkan Malang dan semua muanya yang ada di Malang. Lalu keinginan saya dan tetek bengeknya saya biarkan menguap begitu saja. Baiklah untuk mengunjungi mereka, sahabat-sahabat saya itu tidak harus sekarang. Bisa sajakan meski saya di Banyuwangi nanti, saya tetap jalan untuk mengunjungi mereka. Mendatangi semua tempat yang saya inginkan, meski saya tidak tahu kapan hal itu akan saya lakukan. Hohohoho....

Eh, beberapa teman di Banyuwangi sudah meng-SMS saya. Menanyakan kapan saya pulang? kapan saya ada di rumah? Mereka bilang ingin ketemu saya. "Kabari yak kalau udah di rumah, SMS aku. Tar aku main ke rumahmu," begitu kata mereka.

Senang sekali saya mendengar itu. Iyah saya dirindukan. Mereka ingin ketemu saya. Itu artinya saya masih berarti buat mereka. Padahal oh padahal, saya sudah prustasi setengah mati saat tahu saya harus pulang ke Banyuwangi. Pasti tak ada teman. Mereka pasti sibuk dengan kehidupan mereka sendiri dan melupakan saya. Saya tak punya komunitas. Saya akan diam di rumah dan tak ada yang mengunjungi. Dan ternyata saya salah total. Mereka merindukan saya. Mereka ingin bertemu saya. Hwaaaaa saya senang sekali sodara sodara :)

Baiklah Banyuwangi tunggu kedatangan saya yak  ^_^


-yna-

gambar: http://www.wisatanesia.com/2010/05/watu-dodol.html


Minggu, 01 April 2012

Untuk Waktu yang Entah Sampai Kapan . . . .



Welcome April . . .

Sekarang sudah bulan April dan saya semakin hidup sebatang kara di kota Malang Raya ini. Iya teman-teman saya sudah balik ke kampung halamannya. Tinggal saya sendiri. Sebiji. Hiks...

Kemarin Fitri sudah mengepaki barangnya dan pergi ke kampung halamannya Jombang. Sebelumnya Hida sudah mendahuluinya berbulan-bulan yang lalu ke Madura. Arinda ke Pacitan, Maya ke Lumajang dan banyak lagi teman-teman saya yang sudah pergi meninggalkan Malang. Yeah, mereka semua adalah teman-teman kuliah saya. Saya tidak punya teman sekarang. Di sini di Malang :(

Dulu duluuuu sekali pertengahan 2007 saya datang ke kota Malang dari Banyuwangi. Huwaaaaa saya senang bukan kepalang waktu itu. Malang. Akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di kota Malang. Mendaftar di kampus putih (UMM) berkenalan dengan teman-teman Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Awalnya kita tidak saling kenal, kemudian saling mengenal dan dekat. Tentu saja, saya sangat tahu dan faham. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Baik sekarang kita berpisah. Setiap berbicara soal pepisahan selalu saja ada gelembung-gelembung menyesakkan di dada ini.

Kami berpisah untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Untuk waktu yang entah kapan kita bisa bertemu lagi. Tahun depankah? dua tahun kemudian atau berapa puluh tahun lagi kita akan bisa bertemu? tidak ada yang tahu. Yang jelas saya sangat bahagia bisa mengenal kalian, bisa berada di tengah-tengah kalin. Semoga kita bisa bertemu lagi dengan situasi yang lebih berbahagia :)

-yna-

Rabu, 21 Maret 2012

Miss Them Friends

 Nangkring Bersama :p

Tadi saya bimbingan revisi skripsi. Hadoh hari gini masih ngurusi revisi skripsi? Bukannya sudah pakai toga dan memiliki gelar sarjana??? Ah... itu pasti yang tengah kalian pikirkan sekarang. Begini-begini untuk bisa mengambil ijazah, saya harus mendapatkan dua tanda tangan penguji dan dua tanda tangan pembimbing. Dan tentu saja untuk mendapatkan tanda tangan mereka saya harus melakukan revisi pada sikripsi saya.

Saya menunggu di lantai enam bersama beberapa teman kelas saya. Iya kelas B Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Hanya segelintir saja dan mereka yang wisuda februari kemarin. Kami menunggu Pak Gigit selesai mengajar. Benar saya sedang menanti untuk memperoleh tanda tangan pembimbing ke dua saya itu.

Satu menit... Dua menit... Satu jam....

Akhirnya Pak Gigit keluar dan memberi kode kepada kami untuk masuk ke ruang LMT. Baiklah kami masuk. Kami duduk di deretan kursi nomor dua. Ah... suasana LMT mengingatkan masa-masa kuliah saya. Mengingatkan saya dengan teman-teman sekelas yang sudah sibuk dengan dunia mereka masing-masing. Eh, Devi menujukkan foto yang terpajang di dinding ruangan. Saya menoleh. Itu foto kelas kami saat mengikuti mata kuliah mikroticing.

Saya menatap foto itu lekat-lekat. Foto itu diambil oleh Pak Arif dosen mata kuliah mikroticing. Saya jadi kangen. Kangen kuliah bareng. Kangen ngerjain tugas kuliah dan selalu keburu-buru. Kangen duduk-duduk di tiga setengah. Yeah saya kangen mereka semua. Teman-teman kelas B yang selalu mendrama. Hahahaha.... saya mengambil istilah yang sering dipakai oleh Dini "mendrama".

Saya masih ingat. Dulu di lab ini kami pernah nonton video mesum rame-rame. Ahahahaha.... video itu sebenarnya biasa saja, rekaman tentang dua orang yang berpacaran. Tidak ada yang vulgar. Biasa saja. Tapi enggak tahu kenapa karena hal itu, hal yang dianggap sepele oleh teman-teman sekelas justru membawa kami ke persoalan besar. Iya kami satu kelas (khususnya yang menonton) dituduh turut menyebarkan video mesum dengan fasilitas kampus dan merusak nama kampus. Astaga, waktu itu kami hanya iseng. Dan sungguh kami sangat menyayangi kampus kami. Kami sangat cinta. Sangking cintanya kuliah saya molor sampai satu smester. hekekekek...

Tapi sungguh tak ada maksud apa-apa. Kami akan diskors selama satu semester. Huwaaa... itu membuat kami semua sangat panik. Kami memohon maaf pada pihak kampus. Menandatangani surat penyesalan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu. Dan syukurnya pihak kampus berbaik hati untuk memaafkan kami.

Yah... yah... karena masalah itu kami menjadi semakin dekat. Kelas kami menjadi semakin solid. Dan sekarang saya sangat merindukan mereka. Teman-teman kelas B Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah  angkatan 2007, saya kangen kalian semuaaaaaaaa >_<


-yna-


Senin, 12 Maret 2012

Dia yang Tak Berhati




Seorang teman sebut saja X dia berhutang pada saya beberpa lembar uang. Dan itu sudah sangat sangat lama. Awalnya, saya nggak enak mau minta. Halah berapa sih, masih banyak juga kiriman uang dari orang tua saya. Iya saat itu (saat si X berhutang uang) saya masih kuliah dan X sudah bekerja. Baiklah tak masalah buat waktu itu.

Tapi berbeda dengan sekarang. Pasokan uang saya sudah terbatas dari orang tua saya bahkan nyaris diputus. Alasannya sepele saya sudah lulus kuliah dan saya harus cari uang sendiri. Saya pusing sekali. Cari kerja itu enggak semudah cari permen di toko. Hah saya kelimpungan dan saya nggak punya uang.

Beberapa orang teman saya menyarankan untuk meminta kepada si X. “Lumayan uang segitu, bisa buat makan beberapa minggu,” Kata salah satu teman saya. Baiklah dengan segenap hati saya meminta kepada si X.  Dan jawabannya selalu sama, “Bulan depan, bulan depan dan bulan depan!” Bahkan pernah dia malah ngomong gini ke saya, “kalau kamu butuh uang kamu pinjam dulu saja ke teman kamu!”

Glodakk!!! Saya rada tersinggung juga sama ucapannya. La dia yang punya hutang kok malah saya yang suruh pinjam sama teman. Baiklah saya masih bisa menegendalikan hati saya. Hingga akhirnya nomer ponsel dan facebooknya lenyap. Si X hilang tanpa Kabar, berhari-hari dan berminggu - minggu.

Eh, tapi beberapa hari yang lalu saya mendapatkan nomornya dari seorang teman. Aha… nomernya aktif . Saya pun mengirimkan sebuah SMS tidak maksud menagih. Saya Cuma kirim sms “Hy pa kabar?” Dan dia pun membalasnya dengan panjang lebar bahwa dia tidak bermaksud menghilang. Hpnya rusak dan FBnya dinonaktifkan sama pacarnya. Sekarang dia di Surabaya tidak di Malang. Baiklah.  Dan lagi-lagi dia bilang akan membayarnya bulan depan.

Saya sempat cerita sama pacar saya. Dia kesel juga. Kata dia, bukan masalah uangnya tapi kejujuran dan itikad baiknya yang nggak ada, itu yang bikin jengkel.

Dan kemarin pagi saya syok berat menerima SMS dari si X , “Tenang saja  ntar tak bayar, gak akan ngilang kok aku. Gajiku lo lumayan gede. Cuma segitu aja diributkan!”

Dada saya sesak luar biasa. Astaga dia itu teman saya. Selama ini kalau SMS pun saya selalu berusaha memilih kata-kata terbaik buat dia. Tapi menerima SMS seperti itu. Jujur saya sangat sakit hati. Saya sudah mencoba menolongnya, meski saya bukan malaikat. Bukan terimakasih yang saya dapat, malah kata-kata kasar. Hadohh ngelus dada!

Kalau gajinya gede kenapa uang segitu saja jadi beratus–ratus tahun bayarnya. Sumpah saya kesel sekali.  Sekarang saya tahu kenapa saya tidak bisa dekat dengan si X, meski kami kenal sudah berjuta-juta tahun yang lalu. Kenapa tidak bisa sedekat seperti saya dengan Fitri, yang baru saya kenal sewaktu kuliah. Iya  alasannya sederhana, karena Fitri itu lebih berhati dan tahu terimakasih.


Bicara Selalu Lebih Mudah




Kadang saya itu sooookkkk banget. Iya, sok ngasih nasehat dan solusi untuk orang-orang terdekat saya. Sok tegar dan sok bijak. Hadehhhh....

Beberapa teman datang kepada saya lalu keluarlah ribuan curhatan dari bibir mereka. Yeah kebanyakan sih tentang galau karena percintaan. Dan saya pun dengan cepat, berperan sebagai psikiater. Mencoba memeberikan ide-ide cemerlang saya untuk membatu mereka terlepas dari kegalauannya. Sok banget kan saya itu? Hahaha....

Saya itu kadang pengen ketawa dengan semua yang saya lakukan. Yeah... seperti Rina adik kost saya itu. Saat dia patah hati karena cowoknya. Saya memberikan resep-resep mutahir untuk melupakan cowok yang bikin dia sakit. Saat mbak Gita galau dengan pilihannya saya dengan seenak jidat saya minta dia tegas dalam memilih. La emang semudah ituuuuu??? mereka pakek hati. Soal hati ituuu kan emang rada gila biasanya.

Dan... dan.. dan.. pas Rina tengkar dengan cowoknya. Saya pun mengajarinya bagaimana cara untuk berdamai tanpa menjatuhkan harga diri. Hahahaha.... hebat sekali bukan? Tapi oh tapi jika semua itu menimpa saya. Saya kelimpungan setengah mati. Saya jadi galau berhari-hari. Dan semua yang saya katakan pada teman-teman saya itu sama sekali tidak bisa saya praktekan. Hwaaa... itu memalukan sekali.

Ya mungkin begitulah orang lebih mudah ngomong dari pada praktek. Bahkan apa yang kita sarankan kadang nggak mudah untuk kita lakukan.

-yna-
gambar: http://sellawahyu.blogspot.com/2011/12/berbicara-efektif.html


Jumat, 09 Maret 2012

Kotak dan Kunci



Beberapa teman mendepak saya dari facebooknya. Eh bukan ding cuma dua orang saja. Yeah tapi itu cukup banyak buat saya. Apa lagi mengingat kami pernah cukup dekat dulu. Duluuuuu..... duluuuuuuu sekali ratusan tahun yang lalu.

Saya baru ngeh pas ingin tahu kabar mereka. Iya saya cari nama teman saya itu. Tapi oh tapi tidak ada nama mereka. Baiklah mungkin ganti nama, jadi pas saya ketikan nama mereka nggak muncul di facebook saya. Saya mencoba untuk berfikiran positif.

Tapiiiii pas saya buka dengan facebooknya Rina. Ternya nama teman saya itu ada dan tetap seperti dahulu kala. Nggak berubah. Dan saya baru sadar kalau saya ternyata tidak hanya di remove tapi juga diblokir dari facebooknya. Oh... apa salah saya???

Saya sedih. Iya tentu saja. Mereka, teman-teman saya itu memblokir saya. Memblokir itu lebih kejam dari pada sekedar meremove. Saya pun mengorek-ngorek, kesalahan apa yang saya buat hingga mereka dengan sengaja memblokir saya. Mungkin saya bukan teman yang baik buat mereka. Baiklah saya tidak bisa memaksa orang lain untuk suka dan mau berteman dengan saya. Tidak apa-apa. Saya mencoba untuk menenangkan diri. Saya mencoba untuk selalu berfikir positif kepada teman saya itu. Meski jujur saya sangat sedih sekali.

Berhari-hari saya kepikiran.

Tapi eh tapi kenapa saya mesti kepikiran sampai segitunya? Dia memang teman saya. Dia nggak mau temenan sama saya lagi, harusnya bukan masalah yang besar. Toh teman saya bukan cuma mereka. Saya punya teman-teman lain yang masih care dengan saya. Yang masih mau merangkul saya saat saya sedih. Yang masih mau mendengar ocehan saya berjam-jam. Yang masih mau menenangkan saya saat saya galau. Lalu kenapa saya harus sedih ditinggal mereka yang sama sekali tidak sedih untuk meninggalkan saya???

Baiklah. Mereka yang pergi ya pergi saja. Bodo amat! Saya nggak mau peduli lagi. La mereka nggak peduli saya. Lebih baik saya mengerahkan tenaga dan fikiran yang saya miliki untuk teman-teman saya yang lain, yang rela hati selalu bersama saya, yang peduli pada saya. Buang-buang energi sekali kalau saya memikirkan mereka yang telah pergi dari hidup saya.

Pagi tadi saya dapet comen status dari Kiky, dia teman KKN saya dulu. Begini bunyinya, "yg lalu, yg patut dikenang disimpan untuk cerita kelak. Dan yg buruk masukkan kotak, kunci rapat, uncalno nang tengah laut :D"

Hahaha... benar sekali kata Kiky. Dan sepertinya saya harus mencari kotak beserta kuncinya, akan saya masukkan semua kenangan buruk dan semua ingatan saya tentang orang-orang yang melupakan saya. Kemudian akan saya kunci rapat serapat rapatnya dan akan saya buang ke tengah laut. ^_^


-yna-
gambar: http://kiosjadul.blogspot.com/2011/06/gembok-kotak.html

Kamis, 08 Maret 2012

Hidup itu Pilihan



Hari sangat lelah. Inginnya rebahan dengan mata terpejam. Tapi di luar sana ramai sekali tv menyala. Yeah saya tidak bisa terpejam. Baiklah kalau begitu mari kita ngeblog saja.

Setelah tadi menunggu dengan antrian yang lumayan panjang saat sidang dan wara wiri dengan Rina, nyampek kos saya tepar. Tapi tetap saja tidak terpejam. Eh iya, saya akhirnya memilih untuk sidang dan melewatkan intervieu Mandiri. Hidup itu pilihan bukan? Dan saya sudah memilihnya.

Beberapa teman menyayangkan keputusan saya. "Gila itu kesempatan bagus, kenapa nggak intervieu saja?" begitu celetuk mereka. Dan saya sudah bilang tadi. Hidup itu pilihan TITIK! Dan saya sudah memilih. Terserah pilihan saya itu dianggap gila atau seperti apa sama orang lain. Itu hak mereka untuk berkomentar.

Saya masukin lamaran kemarin juga iseng-iseng berhadiah. Sama sekali enggak niat. Eh, malah dapat panggilan. iya saya senang, saya bahagia tapi nggak apa-apakan kalau pada akhirnya saya melewatkannya?

Saya jadi ingat ucapan Fitri kemarin malam. Iya Fitri sahabat saya itu. "Kalau itu memang jalanmu pasti akan dipermudah, tapi kalau tidak ya sudah pasti ada jalan lain yang lebih baik dan bukankah Allah sudah menentukan jalan kita sendiri-sendiri." Begitu kata Fitri.

Iya selalu ada jalan buat kita. Dan satu lagi hidup itu pilihan :)


_yna_


gambar: http://miuasakura.blogspot.com/2011/10/hidup-adalah-pilihan.html

Miss Rempong



Sekarang ini saya sedang super duper galau. Iya saat ini. Saat saya menulis blog ini, saya sedang galau setengah mati. Kalau bukan rempong dan ribet, bukan Erika namanya. Hwaaaa.... saya sendiri heran kenapa saya kek gini >_<

Ok ok.... saya akan menceritakan kronologi kejadiannya, kenapa saya seperti ini. Saya itu tipe orang yang tidak mau merepotkan orang sebenarnya, tidak mau membingungkan orang dengan urusan-urusan pribadi saya. Dan kenyataanya, itu tidak bisa saya lakukan. Tadi sore, saya dapat panggilan intervieu di bank Mandiri bagian teller.

Apa saya tidak senang? Hey saya senang sekali, bahkan kalau bisa saya mau lonjak-lonjak kegirangan.Tapi eh tapi semua berubah saat penelfon itu memberitahukan tempat intervieunya. Di Surabaya.

Yeah, kalian yang tahu sekarang saya di Malang dan dekat sekali dengan Surabaya. Pasti berfikiran, "Halah, Surabaya situ aja!" Tapi tidak dengan saya. Saya buta dengan Surabaya. Saya tidak faham seluk beluk kota Surabaya. Haduh jangankan seluk beluknya, harus kek apa ke Surabaya saja saya bingung.

Saya tahu kalian pasti mencibir saya, atau mungkin menopok jidat di kepala masing-masing. Iya saya itu terlalu. Saya itu enggak paham jalan. Saya itu memang parah sekali. Dari Malang ke Surabaya saja bingung, bagaimana nanti kalau mencari alamat tempat intervieu. Hadahhhh.....

Dan dan dan saya tidak akan sebingung ini mungkin kalau ada mas Anto. Saya akan dengan sangat mudah minta antar dia ke Surabaya. Mas Anto itu paham sekali soal jalan. Tapi oh tapi mas Anto sedang di Banyuwangi saat ini. Mau tak mau saya harus melakukannya sendiri. Dan hanya ada satu harapan saya. Rina. Iya adik kos saya yang satu itu paham sekali soal Surabaya. Dulu dia sering wara wiri Malang-Surabaya.

Tapi apa dia mau nanti? Belum lagi saya juga harus merepotkan pacarnya untuk sidang di pengadilan karena saya kena tilang kemarin itu. Apa dia mau nanti? Hadeh... saya jadi rempong, saya jadi ngerepotin banyak orang. Mungkin kalian berfikir saya ini keterlaluan. Iya baiklah saya itu memang sangat amat keterlaluan >_<

_yna_


gambar: http://flyingwithme.wordpress.com/2010/01/29/halah-mbak-ribet-ngomong-sama-kamu/

Rabu, 07 Maret 2012

Andai Saja Kita Tahu


Siapa sih yang bakal tahu umur kita sampai kapan? Siapa yang bisa njamin kita bisa berumur panjang? Tidak ada yang tahu. Mati itu pasti dan kita tidak pernah tahu berapa dekat kematian itu akan menjemput kita.

Beberapa hari ini saya dikejutkan dengan kabar-kabar yang cukup mengejutkan. Apalah yang paling mengejutkan selain kabar seseorang yang telah berpulang. Kabar seseorang yang dulu pernah kita lihat dan untuk selamanya tidak bisa kita lihat lagi. Yeah... Begitulah setiap yang bernyawa pasti akan pergi. Tapi tetap saja itu menyedihkan.

Beberapa hari yang lalu Bapak mengabari saya, lek Mut tetangga samping rumah saya telah berpulang. Saya syok, lek Mut itu tetangga saya yang baik. Dia selalu menyapa jika saya pulang ke rumah. Dia ramah sekali. Dan ketika saya pulang dulu, lek Mut terlihat baik-baik saja tapi sekarang telah berpulang. Lek Mut itu masih muda, anak tertuanya seusia saya dan anak keduanya masih SD.

Dan sekarang ini, teman Rina (adik kos saya) juga telah berpulang. Yeah dia masih muda. Mungkin usianya masih 22-an. Saya melihat raut kesedihan dari Rina. Mereka berdua dulu teman dekat, namun karena ada konflik diantara mereka, mereka menjadi renggang bahkan tidak saling menyapa.  Saya yakin Rina sangat menyesal, andai dia tahu temannya akan berpulang secepat ini pasti akan selalu ada maaf.

Hmmm..... ya...ya... begitulah. Penyesalan selalu datang belakangan. Andai kita tahu seseorang itu akan pergi saya yakin kita akan berbuat baik padanya. Selalu ada kata maaf dan tak akan ada dendam. Dan kematian itu tidak hanya untuk mereka, kita semua akan mengalaminya. Lalu....apa yang telah kita siapkan andai ajal itu menjemput kita sekarang? sudah siapkah kita?

_yna_

gambar: http://helmimediadakwah.blogspot.com/2011/10/tanda-tanda-sebelum-ajal-menjemput.html

Rabu, 29 Februari 2012

Setelah 3 Huruf dan 2 Tanda Baca




Dari berjam-jam yang lalu saya sibuk ngetag temen-teman pas wisuda dan yudisium di facebook. Sejujurnya saya malas, tapi demi alasan persahabatan bagai kepompong saya pun melakukannya. Malas yang saya maksud di sini adalah memebeli pulsa buat modem saya. Huaaaa.... saya itu harus ekstra hemat dan ketat dalam menganggarkan uang saat ini.

Pasokan uang saya otomatis berkurang semenjak ada tiga huruf dan dua tanda baca mengikuti nama saya. Iya benar sekali huruf es besar titik pe besar de kecil titik (baca S.Pd.) Orang rumah sudah mewanti wati saya untuk segera go internasional ke Banyuwangi -_-". Yang sebenarnya saya tidak mau, yang sebenarnya saya masih ingin di Malang, yang sebenarnya saya ingin tetap meniti karir di Malang. Tapi ternyata saya tetap harus pulang karena ibu mewajibkan saya pulang. Yeah tentu saja saya tidak mau dicap sebagai anak durhaka karena melawan permintaan orang tua. Saya nurut. Saya pulang ke Banyuwangi setelah ijazah saya keluar. Baiklah.

Kembali lagi ke foto teman teman yang saya tag di facebook. Ternyata banyak sekali yang merespon foto yang saya sebarkan di dunia maya itu,  dan terselip juga rasa sedih di hati. Ah... setelah ini kami berpisah. Setelah ini kami akan menjalani hidup masing-masing. Setelah ini akan sangat sulit berkumpul lagi dengan mereka. Saya benci perpisahan.

Tapi baiklah teman, meski harus berpisah, meski akan susah untuk bersama. Semoga saat kita bertemu kelak kita bisa menjadi pribadi yang lebih sukses dan lebih bahagia  ^^

Minggu, 12 Februari 2012

My Friends



Beberapa hari ini saya sudah 'merempongkan' semua orang. Yeah, gara-garanya saya iri dengan tampilan blog mereka yang keren. Lihat blog saya ini standart sekali bukan? Saya itu gaptek. Urasan teknologi butuh kesabaran ekstra untuk menyampaikannya ke saya. :(

Saya itu pengen sekali artikel di blog saya di kelompokkan. Biar sistematis gitu maksudnya. Saya pun berusaha ekstra keras untuk mewujudkan keinginan saya itu dengan ngutek-utek. (Halah. Bahasa apa itu ngutek-utek >_<) Ngutak atik maksudnya. Saya klik apa pun yang bisa saya klik. Eh, blog saya malah gak karuan tampilannya. Ingat kata pepatah, "Malu bertanya sesat di jalan!" Saya tak mau tersesat. Sungguh!

Pas lihat blog-nya Novi salah satu teman saya. Saya iri setengah mati, di sana, di blog Novi ada 'kategori' hal yang paling saya inginkan di blog saya. Ada FB dan Twitter, ada saljunya pula. Aduh norak sekali saya ini >_< Saya pun bertanya sama Novi gimana buat blok kek punya dia. Novi yang baik hati itu pun membeberkan rahasianya. Dan kalian tahukan saya itu gaptek setengah mati! dikasih tahu sampek berbusa pun saya enggak paham. Sungguh terlalu memang.

Selain Novi saya juga tanya ke Wahyu, dia teman saya anak informatika. Jelas dia pakarnya. Tapi tetep saja saya enggak paham. Sampek dia buat tutorial yang ditulis di blognya, karena ngomong secara verbal sama saya pun sudah enggak mempan. Dan apakah saya paham??? Ternyata tidak. Hah.... saya putus asa. Saya ini sungguh terlalu.

Tapi untungnya saya punya teman-teman yang luar biasa. Mereka tetep sabar dan berbaik hati sama saya. Mereka enggak marah atau ngeluh, "Haduhhhh kamu ini lemot bangettt sih. Udah gak usah tanya lagi!!!" Teman-teman saya enggak ada yang pernah ngomong kek gitu sama saya. Saya tanya, mereka jawab sampek saya menemukan jawabanya. Hebat sekali bukan teman-teman saya itu?  ^_^

-yna-

gambar: http://robinadelson.blogspot.com/2011/06/meeting-friends.html

Kamis, 26 Januari 2012

Malaikat Mencatat


Berhati-hati dengan ucapan itu perlu teman. Kalian pernah dengar nggak, "Ucapan adalah doa!" Yah saya rasa itu berlaku untuk semua ucapan, baik bercanda atau pun sedang serius. Saya sendiri enggak tahu bagaimana prosesnya sebuah ucapan bisa menjadi kenyataan. Mungkin malaikat mencatat kali ya, semua ucapan kita dan kemudian dikirim ke Tuhan terus jadilah kenyataan yang benar-benar terjadi. Entahlah!

Beberapa bulan yang lalu teman sekelas saya menyebarkan kabar yang cukup menghebohkan kami sekelas. Dia mengabarkan kalau teman sekelas kami, Jana masuk rumah sakit karena kecelakaan, dia bilang kondisinya parah dan enggak sadarkan diri. Siapa coba yang gak syok ndenger kabar kek gitu. Apalagi kami sekelas jiwanya tuh sosial banget, langsung deh sang ketua tingkat mengkomando teman-teman untuk penggalangan dana.

Dan setelah kami semua heri (heboh sendiri) ternyata itu semua hanya kabar yang menyesatkan. Jana baik-baik saja sodara. Dia enggak kecelakaan, sehat walafiat. Kami sekelas pun ngamuk sama penyebar gosip itu. Yah gimana enggak, dia penyebar gosip itu  adalah teman se genk se kos-kosan Jana, ngasih kabar kek gitu ya jelaslah kami percaya. Dan dan dan dia tidak tahu kalau malaikat sedang menulis ucapannya dan menyampaikannya ke Tuhan.

Beberapa bulan pun berlalu. Dan kemarin kemarin itu group kelas di FB heboh lagi soal Jana yang kecelakan. Kami sekelas yang biasanya berjiwa sosial banget, memicingkan mata. Yah bukan salah teman-teman juga enggak percaya. Mungkin mereka sedang berhati-hati, takut terjebak dalam kabar yang menyesatkan. Orang kalau sudah dibohongi, susah tau buat percaya lagi. Hati mereka pasti berbicara," Jangan percaya, jangan percaya. Ini jebakan!"

Jujur  saya sempat enggak percaya. Beberapa kali saya mendapat SMS yang mengabarkan tentang Jana kecelakaan. Dengan jahatnya saya mengabaikan SMS itu. Samapi akhirnya Fitri mengajak saya untuk menjenguk Jana kemarin di RS Saiful Anwar. Ya, baiklah mari kita buktikan Jana beneran dirawat di rumah sakit apa enggak. Kalau sampek mereka berbohong lagi, awas saja tak timpukin pakek sepatu tuh orang. Haduh pendendam sekali saya ini >_<

Sesampainya di RS, saya dan Fitri mencari ruang 17 kamar no. 6. Yah, seperti kata Ferdy (teman sekelas kami juga) mengatakan Jana dipindahkan keruangan itu. Dan tarammmmmm persis di kamar no. 6 saya melihat sesosok Jana tengah berbaring dengan kaki dan tangan terbalut kain coklat. Yah Jana beneran kecelakaan kaki dan tangannya patah. Yang bikin makin miris Jana enggak nyambung diajak ngomong. Dia tanya Fitri sudah ujian skripsi apa belum? padahalkan dia tahu Fitri sudah wisuda. Terus dia tanya lagi kerja di mana Fitri sekarang? La bukannya Jana tahu Fitri part time di jurusan. Dan dia juga tanya apa saya sudah ujian skripsi? Ya ela diakan datang pas ujian saya. Terus gelang rumah sakit yang ia kenakan, masak dia ngomong saya yang ngasih ke dia. Banyak hal lain yang enggak jelas yang dia lontarkan. Astaga kasian sekali Jana. Semoga cepat sembuh.

Lihat apa yang diomongkan oleh teman saya dulu, yang mengabarkan Jana kecelakaan sekarang benar-benar terbukti. Jana sungguhan kecelakaan. Pelajaran dari kejadian ini adalah berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan meskipun itu sekedar bercanda, karena ucapan itu adalah doa. Mari kita berucap yang baik-baik saja biar malaikan mencatat hal yang baik-baik juga buat kita.

-yna-

sumber gambar: http://benarnggak.wordpress.com/2011/08/10/hati-hati-dengan-ucapan/

Chat sama Bu Umi



Tadi itu saya buka facebook. Biasanya chat di facebook, saya buat ofline. Tapi eh tapi, karena saya tahu Fitri sedang online saya pun mengonlinekan chat saya. Meski pun kami satu atap kos, kami berchat seperti orang yang berjarak ribuan kilo. Padahal sebelum itu saya berjam-jam ngobrol di kamar dia. Sepertinya ngobrol dengan Fitri tidak cukup sampai di situ, kami pun berlanjut berchat ria di FB.


Sudah saya duga, kalau saya mebuka chat. Pasti akan banyak sapaan dari orang-orang yang tidak saya kenal. Kebanyakan sih cowok, dan saya sendiri pun kurang tahu bagaimana caranya mereka bisa nangkring menjadi teman FB saya. Saya suka berteman dengan siapa saja, siapa pun mereka tak masalah bagi saya. Tapi yang menjadi masalah kalau sudah chat, mereka ngajak kenalan dan ngobrol yang enggak jelas. Saya malas!!! Saya hanya meladeni beberapa chat yang saya anggap itu penting.


Dan ada chat dari seseorang yang fotonya agak enggak jelas. Maklumlah foto di chat itu kan kecil banget. Tapi saya bisa membaca namanya Umi Yuliatiningsih. Ini saya kutipkan chatnya.


Umi Yuliatiningsih  : assalamualaikm mbak...
saya                : waalaikum salam 
Umi Yuliatiningsih  : lagi nyapo mbak....nunggu si baby ta...
saya                : huiiiiihhh..... saya belom punya baby   
Umi Yuliatiningsih  : lo....belum??sorry yo....
saya                : hehehe.... gpp. eh, maaf ini sapa yak? udah tua rada pikun hehehe.....


Saya pun penasaran dengan pengirim chat ini. Apa teman SMA saya yak? soalnya teman kami yang sama 
adalah teman-teman SMA saya. Saya buka profilnya, dan saya lihat semua fotonya. 


Jedienggggg...... Saya syok, kaget, malu, hadohhhhh enggak sopan sekali kalimat saya tadi. Ternyata eh ternyata. Umi Yuliatiningsih tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu Umi, guru kimia saya di SMA. Saya malu setengah mati. Bagaimana mungkin saya tidak mengenali guru SMA saya? Bahkan dengan seenak jidat, saya ngomong dengan bahasa yang enggak sopan.

Saya jadi keinget dosen saya, yang marah gara-gara kalimat SMS saya yang katanya enggak sopan waktu smester 6. Huaaaa saya takut bu Umi tersinggung dengan kalimat saya. Saya pun bertubi-tubi memohon maaf. Saya enggak tahu itu bu Umi. Ah, untungya bu Umi itu baik. Beliau enggak marah, bahkan kami akhirnya ngobrol panjang lebar.  Bu Umi memang luar biasa. Tapi tetap saja saya malu setengah mati.

_yna_


Rabu, 25 Januari 2012

Menjaga itu Perlu


Belakangan ini saya galau setengah mati. Sepertinya galau memang sedang naik daun. Dimana-mana semua orang ngomongin galau. Enggak di TV, radio, kos kosan bahkan sekarang menimpa saya. Tapi serius saya memang sedang galau, bukan karena saya mengikuti tren. Eh, emang galau itu tren ya??? Enggak tahu, saya asal njeplak.

Di bulan Januari ini, saya harus ekstra kerja keras. Sudah tidak ada waktu lagi. Saya sudah cukup berleha-leha dengan hidup saya. Yah, satu tahun lebih untuk mengerjakan skripsi, itu adalah waktu yang sangat amat super  lama. Dan akhirnya skripsi saya selesai persis di bulan Januari. Saya diizinkan ujian tangagal 18 kemarin. Tapi eh tapi,  hati saya harus jatuh berkeping keping dan banjir air mata. Bagaimana tidak. Tanggal 18 saya ujian, tanggal 16 laptop saya enggak ada hujan enggak ada angin mendadak mati enggak bisa dihidupin. Siapa coba yang enggak snewen. Data saya semuanya ada di laptop itu, enggak ada copynya. Saya bingung setengah mati. Nangis enggak karu-karuan. 

Saya pun langsung membawa laptop saya ke klinik terdekat, yah berharap nyawa laptop saya bisa diselamatkan. Setelah penantian seharian, ternyata saya harus gigit jari. Laptop saya hardisknya rusak tidak ada cara lain selain menggantinya dengan yang baru. Saya lunglai, saya ingin nangis. Keuangan saya menipis, enggak cukup buat beli hardisk saat itu juga. Saya harus nunggu kiriman. Lusa saya ujian, saya belum buat power point, saya belum ini saya belum itu. Saya pusing.

Sehari sebelum ujian, untungnya Fitri berbaik hati meminjamkan laptopnya. Ah, dia seperti malaikat yang dikirim Tuhan. Saya sudah kelimpungan pinjam laptop sana sini tapi enggak dapat. Eh, ternyata Fitri mau meminjamkannya buat saya. Saya bahagia sodara-sodara. Sore itu saya langsung ngebut membuat power point untuk presentasi besok. Saya terselamatkan.

Dan dan dan, saya baru bisa membeli hardisk seminggu kemudian. Yah, kemarin saya baru dikirimi dana untuk membeli hardisk. Dan ternyata penderitaan saya sepertinya belum berakhir. Data-data saya ilang, Saya lupa email dan pasword blog saya, lupa email dan pasword twitter saya. Yang saya ingat hanya facebook saja. Saya memang parah. Pelupa kelas kakap. Sebelum laptop saya rusak, saya online untuk blog, twitter and facebook langsung saja online. Tanpa harus repot-repot memasukkan email dan pasword. Yah, karena saya tidak pernah menutupnya setelah online. Jadi pas online lagi dengan otomatis saya bisa masuk ke akun saya. Dan saya pun lupa mengingat email dan paswordnya. Setelah diinstal ulang, saya enggak bisa masuk seenak jidat saya, saya harus memasukkan email dan pasword. Saya lupa! 

Untuk mengingat email dan pasword blog saya saja, semalaman saya berusaha keras untuk mengingatnya, berusaha keras untuk mengotak atik dan mengembalikannya. Ah, saya itu memang parah!!! Alhamdulllilahnya, blog saya sekarang bisa kebuka, tapi twitter saya, sejak pagi tadi saya buka tetep belum bisa. Arrrrgggghhhh!!!!

Saya sedih dan sangat menyesal, kenapa saya begitu enggak teliti? Kenapa saya sangat amat malas hanya untuk mengingat email dan pasword? Kenapa saya tidak bisa menjaga laptop saya dengan baik? Saya itu memang keterlaluan. >_<

_yna_



Sabtu, 07 Januari 2012

Baca Buku Biar Enggak O'on


Temen saya jingkrak jikrak syok berat ngelihat saya beli buku yang katanya dia buanyakkk. Padahal cuma 3 biji. Ah dia alay. *Tepok jidat.

Tiga biji aja dibilang banyak. Noh kalau 100 biji itu baru banyak. Dia pun mulai berkomentar, "enggak sayang tuh duit buat beli kertas segitu banyak?"

Saya melongo. Latas saya pun balik tanya, "La kamu sendiri engak sayang buang duit buat beli gombal segitu banyakknya???"

Ah... saya itu heran dengan mereka yang selalu heran ngelihat saya beli buku. Saya jadi keinget pas kulia dulu. Semester berapa yak? Saya lupa. Pokoknya mata kuliahnya Pak Gigit. Beliau mewajibkan buat membaca buku psikolinguistik. Nah tu buku masih baru diterbitin. Di wilis dan toga masih belum ada. Adanya di gramedia aja. Dan dan dan harganya itu lumayan mahal, Rp 100.000. Saya, Fitri dan Hida membelinya.

Kami pun membawanya (buku yang Rp 100.000 ituuuuu) ke kampus keesok harinya. Terus ada seorang teman sebut saja si A dia bilang, "kok mau-maunya sih beli buku segitu mahalnya? mending fotocopy aja!"
Gubrakkkkk rasanya hati saya terpental ke tanah waktu itu. Saya ingin sekali melarang dia  untuk memfotocopy buku saya. Tapi toh itu tidak saya lakukan. Saya enggak mau dibilang pelit dan jahat. Tapi sikap dia itu lebih jahat bukan??? Padahal secara ekonomi, dia jauh jauhhh dan sangat jauuuuhhh di atas saya. Baju-baju yang ia kenakan pun terlihat sangat mahal ketimbang baju-baju saya. Terus kalau dia bisa membeli baju yang harganya ratusan ribu kenapa beli buku seratus ribu enggak bisa??????

Tapi kejadian itu sudah berlangsung ratusan tahun yang lalu. Saya sudah melupakannya. Ya barusan saja inget gara-gara komentar seorang teman pas saya ajak ke toko buku kemarin.

Teman teman saya yang baru pertama kali menginjakkan kaki di atas kamar kos saya. Pasti terheran heran ngelihat buku-buku saya. Saya pun balik heran kenapa mereka seheran itu??? Biasa aja dong! Buku itu sumber ilmu. Saya itu oon saudara-saudara makanya saya perlu baca buku, biar bisa pinteran dikit. Udah baca buku aja kepintaran saya gini gini aja, gimana kalau sampek saya enggak baca buku sama sekali? Saya harus baca buku biar saya ngerti tentang dunia. Percuma dong kalau penampilan modis tapi otak dong dong, nah makin parah lagi kalau penampilan enggak banget ditambah lagi otaknya dong-dong hahaha..... Itu  dia teman-teman alasan saya kenapa di kamar kosan saya banyak buku dan kenapa saya itu suka beli buku.  Jadi lain kali enggak usah syok ya kalau mampir ke kosan saya lagi dan makasi udah nemenin beli buku kemarin. hehehee..... ^_^


-yna-

Kamis, 05 Januari 2012

Love With A Fellow




Apa sih yang paling membahagiakan di dunia ini selain perdamaian dan cinta kasih. Seneng nggak sih kalau hidup kita selalu baik dengan orang lain? Seneng nggak sih kalau kita hidup saling berkekeluargaan di bawah satu atap?

Kalau pertanyaan itu kalian tanyakan pada saya. Jelas saya akan jawab "seneeeeenggg!!!!"

Tapi belakangan ini, saya heran dengan orang-orang di sekitar saya. Egoisme itu memeng selalu bisa menutup mata setiap orang. Bahkan menutup mata hati. Kalau mata hati aja sampek ketutup. Udah deh. Bakal gelap semuanya. Sukur-sukur kalau gak kesandung batu. Iya kalau batu, biasanya nyandung orang juga udah enggak kerasa lagi. #garuk hidung!

Egoisme dan keras kepala itu pasangan serasi untuk merusak persaudaran. Merusak sendi sendi kehidupan berbangsa dan bertanah air. Hadoooh saya ini sebenarnya mau ngomong apaan sih? >_<

Begini sodara sodara. Belangan ini saya enggak betah di kosan. Huekkkkkk!!! Saya muak! Orang-orangnya pada enggak bisa bersaudara.  Kemarin pagi-pagi buta. Bahkan saya masih merem-merem dan belum sepenuhnya sadar akan kehidupan, saya sudah dengar pertikaian mulut. Berhubung saya kebelet pipis, saya pun keluar. Bodo amat. Saya enggak peduli mereka. Saya mau pipis dan saya harus keluar kamar. Saya ternyata juga egois. Tak peduli dengan mereka bukankah saya egois? Tapi saya mau pipis dan saya tidak mau ikut bertengkar!

Dan dan dan saya jalan menuju kamar mandi, belum sempat saya menutup pintu. Eh.... saya pun di hadang sebut saja si A. Dia pun bercerita panjang kali lebar dengan saya. Yang intinya dia itu mengadu dengan saya dan berharap saya ada di pihaknya. Terus sebut saja si B. Si B adalah lawan adu mulut si A mendatangi kami. Suasana menjadi runyam.

Kalian tahu apa permasalahan yang membuat mereka bertengkar???? Masalah remeh temeh yang enggak seharusnya menjadi masalah. Masalah yang enggak banget untuk dijadikan masalah. Masalah yang seharus biasa diomongkan dengan baik-baik. Masalah yang enggak seharusnya diributkan pagi-pagi buta seprti ini. Saya pun ingin berteriak. Tapi toh itu tidak saya lakukan. Kalau saya berteriak bukankah, itu akan semakin merunyamkan keadaan???

Akhirnya si B mengajak seisi kosan untuk melihat di TKP. Eh saya belum ngomong tentang masalahnya ya?Masalahnya itu adalah tentang jemuran yang dipinggirkan. Apakah itu masalah penting? Saya rasa tidak. Dan kalian pasti sepakatkan kalau masalah seperti itu bisa dibicarakan dengan baik-baik tanpa harus adu mulut???

Seisi kosan sudah di TKP. Kami semua diajak untuk melihat jemuran. Si B sebelumnya sudah menjemur terlebih dulu. Terus si A nyuci dan njemur baju. Dan karena tempat jemuran emang sempit si A minggirin jemuran si B dan si B enggak terima dengan perlakuan si A. Jadi deh adu mulut yang tiada tara. Saya pun jadi pusing. Saya pun enggak mau tahu dan saya pun balik ke kamar mandi karena emang kebelet pipis. Tanpa sepatah kata pun saya lari ke kamar mandi.

Setelah keluar kamar mandi. Si A protes karena saya enggak ngomong apa-apa tadi. Enggak membela katanya. Dohhhhhh!!!! saya jadi pusing. Kenapa saya harus ikut campur? kenapa saya harus ikut beradu mulut? Saya males bertengkar. Ndengerin saja bikin pekak telinga apa lagi harus ikut adu mulut. Enggak mau saya.

Saya pun menghela nafas dalam-dalam. Andai kita enggak egois dan enggak merasa benar sendiri pasti nggak bakal ada adu mulut. Andai kita memperlakukan setiap orang seperti saudara sendiri pasti enggak bakal ada pertikaian. Hmmmmmm............... >_<

-yna-

Hope This Year

Sudah tahun 2012 nih. Happy new year yak!!! ^_^

Posting pertama di tahun sio naga air. Sebenarnya saya itu enggak begitu ngerti sama sio sio an. Dan posting saya kali ini juga bukan mau ngomongin soal sio. Jadi lupakan saja apa itu sio. Eh tunggu dulu, penulisannya itu sio atau shio sih??? Terserahlah saya enggak tahu!

Hmmm.... begini saudara-saudara. Kemarin itu hari pertama saya menginjakkan kaki di kampus di tahun 2012. Dan saya baru menyadari  kalau kampus saya itu luebar. Bayangin saja, setelah markir motor di parkiran, terus jalan (liftnya mati) menuju kantor jurusan di lantai 6. Badan saya jadi pegel-pegel luar biasa. Bahkan semalaman badan saya itu panas. Hadohhhhh >_<

Eh,, di lantai satu GKB I ada yang lain dari biasanya. Ada papan besar bertuliskan 2012. Yah ternyata itu adalah papan untuk menuliskan resolusi di tahun 2012. Yang adalah memang selalu ada di setiap awal tahun baru. Yang adalah saya enggak pernah mau menulis di papan itu. Tapi eh tapi kemarin itu pikiran saya berbeda dari pikiran-pikiran saya di tahun-tahun sebelumnya. Saya berniat menulis resolusi di tahun 2012.




Saya pun mulai menulis di kertas warna pink. Warna yang saya suka sejak di SMA namun muak pada akhirnya. Gara-gara warna pink semua benda milik saya menjadi warna pink. Bahkan saya maksa-maksa orang tua buat ngecat rumah  dengan warna pink. Norak!!! Dan kenapa akhirnya saya muak dengan warna pink??? Karena eh karena setelah saya periksa, semua pemberian dari mantan saya itu adalah warna pink. Saya jadi muak dengan warna pink.


Mari kita kembali ke papan resolusi. Di papan itu sudah banyak tulisan-tulisan yang terpajang. Saya jadi pengen dan saya menulis di kertas warna pink seperti yang saya bilang tadi. Dan apa sih yang paling saya inginkan di tahun ini selain wisuda di bulan februari dan mendapat pekerjaan setelah saya lulus nanti. Saya pun menuliskan itu. Saya jadi ingat posting mbak Swistien bahwa Tuhan itu enggak pernah lupa dengan keinginan kita. Tuhan itu maha baik dan selalu memberi. Yang perlu kita lakukan adalah bermimpi. Seperti itu kata mbak Swistien. Saya pun menirunya. Dan semoga apa yang saya tuliskan di papan resolusi bisa menjadi kenyataan. Amien......


-yna-